Trading dan Investasi

ad1

Iklan Gratis

Tampilkan postingan dengan label Pendidikan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pendidikan. Tampilkan semua postingan

Senang menuntut ilmu dan mengamalkannya

 

Lembar Kerja 5

Senang menuntut ilmu dan mengamalkannya

 

Nama                    : ………………………………………………………………………

Kelas / Semester :  X ( Sepuluh )   /  Ganjil                                             

Mapel                    : Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti          

Hari / Tanggal      : ………………………………………………………………………

 

Baca dan Pahami materi berikut, Kemudian Kerjakan Latihan Soalnya!

 

1.    Pengertian

suatu usaha yang dilakukan secara sadar untuk memperoleh pengetahuan dengan tujuan untuk mengubah seseorang dari tidak tahu menjadi tahu,; mengubah perilaku ke arah yang lebih baik sehingga seseorang tersebut memiliki kecakapan bukan hanya bersifat intelektual, melainkan juga yang bersifat sosial dan religius karena pada dasarnya dengan memiliki ilmu menjadikan seseorang mendapatkan jalan untuk mendapatkan kebenaran.

 

2.    Perintah Menuntut Ilmu

  1. Ayat Al-Quran

Anjuran menuntut ilmu tertuang dalam Q.S. at-Taubah/9: 122


Artinya

Artinya: “Dan tidak sepatutnya orang-orang mukmin itu semuanya pergi (ke medan perang). Mengapa sebagian dari setiap golongan di antara mereka tidak pergi untuk memperdalam pengetahuan agama mereka dan untuk memberi peringatan kepada kaumnya apabila mereka telah kembali, agar mereka dapat menjaga dirinya.”

  1. Hadis tentang mencari ilmu dan keutamaannya

Artinya: “Rasulullah saw. Bersabda; Mencari ilmu itu wajib bagi setiap muslim. Dan sesungguhnya segala sesuatu hingga makhluk hidup di lautan memintakan ampun bagi penuntut ilmu” (H.R. Ibnu Abdul Barr)

  

3.    Klasifikasi Ilmu Dilihat dari Hukum Mempelajarinya

Ilmu dibagi menjadi dua, yaitu:

a.    Ilmu Fardu ‘ain

Ilmu Fardu ‘ain merupakan ilmu yang wajib dipelajari oleh setiap muslim. Biasanya disebut dengan ilmu agama. Ada tiga unsur utama dari agama, yaitu akidah, syariah, dan akhlak.

Seorang muslim wajib mengetahui ilmu yang berkaitan dengan rukun iman, rukun Islam sehingga seorang muslim mampu memahami dan melaksanakan amalan yang benar dalam kehidupan sehari-hari, baik yang terkait dengan Allah Swt. maupun yang terkait dengan manusia dan lingkungan.

b.    Ilmu Fardu Kifayah

Jenis ilmu yang fardu kifayah adalah ilmu yang apabila sudah ada dari sebagian muslim mempelajarinya, maka sudah gugur kewajiban muslim lainnya. Di antaranya, ilmu yang dibutuhkan manusia untuk urusan dunia, yaitu ilmu yang merujuk kepada ilmu-ilmu sains yang diperoleh melalui pengalaman, pengamatan dan penelitian seperti kedokteran, fisika, kimia, biologi, astronomi, geografi, antropologi, sosiologi, matematika, pertanian, ekonomi, dan lain sebagainya.

 

Dari sudut pandang manusia, dua jenis ilmu tersebut, baik yang fardu ‘ain maupun fardu kifayah harus diperoleh melalui perbuatan secara sadar karena tidak ada ilmu yang bermanfaat tanpa amal yang lahir dari ilmu tersebut. Tidak ada amal yang bermakna tanpa ilmu.

Ilmu-ilmu yang bersifat fardu ‘ain menjadi dasar dan asas utama untuk ilmu-ilmu yang bersifat fardu kifayah. Karena tugas ilmu-ilmu yang bersifat fardu ain adalah menuntun manusia yang menuntut ilmu yang bersifat fardu kifayah agar tetap menjadi seorang muslim yang baik.

 

4.    Keutamaan menuntut ilmu

a.    Diberikan derajat yang tinggi di sisi Allah SWT

b.    Diberikan pahala yang besar di hari kiamat nanti

c.    Merupakan sedekah yang paling utama

d.    Lebih utama dari pada seorang ahli ibadah

e.    Lebih utama dari salat seribu raka’at

f.     Diberikan pahala seperti pahala orang yang sedang berjihad di jalan Allah

g.    Dinaungi oleh malaikat pembawa rahmat dan dimudahkan menuju surga

h.    Menjadikan Manusia Memiliki Keunggulan dari Makhluk Lainnya

i.      Ilmu merupakan Warisan Para Nabi

j.      Ilmu adalah Imamnya Amal

 

5.    Adab dan Syarat menuntut ilmu

a.    Adab menuntut ilmu

Selain memiliki beberapa keutamaan dalam menuntut ilmu, dalam Islam juga diajarkan bagaimana adab seseorang saat menuntut ilmu agar ilmu yang sedang ia pelajari dapat membawa banyak berkah bagi kehidupan. Seperti kata Imam Malik pada kaum Qurais yaitu sebagai berikut:

 

"Pelajarilah adab sebelum mempelajari suatu ilmu"

 

Dari pesan tersebut, dapat kita ketahui sangat penting untuk mempelajari adab terlebih dahulu sebelum seseorang menuntut ilmu. Berikut ini adab-adab menuntut ilmu yang perlu kita ketahui:

 

1.    Niat Lillahi ta'ala.

2.    Selalu berdoa saat menuntut ilmu.

3.    Bersungguh-sungguh dalam menuntut ilmu.

4.    Menjauhi maksiat.

5.    Jangan sombong ketika menuntut ilmu.

6.    Menyimak guru saat menuntut ilmu.

b.    Syarat menuntut ilmu

Syeh Az-Zarnuji dalam kitab Ta’limul Muta’allim mangatakan, pernah kudengar sya’ir yang konon merupakan gubahan dari Sayyidina Ali bin Abi Thalib karramallahu wajhah :


Artinya :

* Ingatlah, kamu tidak akan memperoleh ilmu pengetahuan kecuali dengan enam perkara; yang akan kujelaskan semua kepadamu secara ringkas.

* Yaitu : kecerdasan, minat yang besar, kesabaran, bekal yang cukup, petunjuk guru, dan waktu yang lama.

c.    Kiat dalam menuntut ilmu

Agar memperoleh kemudahan, perlu diperhatikan hal-hal berikut ini:

1)    Penuhi etika dalam menuntut ilmu

Seorang yang menuntut ilmu harus meluruskan niat hanya karena Allah Swt. Berdoa kepada Allah Swt. setiap memulai dan mengakhiri pembelajaran serta memuliakan guru. Jika ada sikap tidak menyukai guru atau menzaliminya, akan sulit menerima ilmu yang bermanfaat yang sudah diberikan guru.

2)    Hindari perbuatan maksiat

Berbuat maksiat merupakan salah satu penghalang dalam menutut ilmu karena dengan berbuat maksiat membuat seseorang menjadi tidak fokus tentang apa yang dipelajarinya.

3)    Mengamalkan ilmu yang sudah didapat

4)    Memiliki semangat, kesungguhan, dan tidak mudah putus asa

5)    Mau mengajarkan kepada orang lain

6)    Pelajari biografi orang-orang yang ternama dalam menuntut ilmu

 

 TUGAS!

  1. Bagaimanakah seharusnya niat dan sikap seorang siswa dalam menuntut ilmu di sekolah?
  2. “Penuntut ilmu wajib menghormati guru dan berterima kasih kepadanya”. Bagaimana menurut pendapatmu tentang pernyataan tersebut!
  3. Bagaimanakah cara mengatasi rasa putus asa ketika mengalami kesulitan dalam menuntut ilmu? Jelaskan!
  4. “Orang yang masih suka bermaksiat, akan sulit menerima ilmu”. Jelaskan pendapat kalian mengenai hal ini!
  5. Bagaimanakah cara mengatasi rasa putus asa ketika mengalami kesulitan dalam menuntut ilmu? Terlebih selama pembelajaran daring Karena PPKM Covid-19? Jelaskan!

 

Catatan.

Tugas tersebut dikerjakan di buku tulis, dan dikumpulkan saat ada pertemuan pembelajaran.

Yang tidak mengerjakan, akan di kenai saknsi, yaitu mengerjakan ulang sebanyak 3X.

 

 

Kutoarjo, ………………… 2021

Guru PAI dan Budi Pekerti


DOA HUT RI KE-75

 DOA PADA DETIK-DETIK PROKLAMASI KEMERDEKAAN RI KE 75

SENIN, 17 AGUSTUS 2020


الحمدلله ربّ العالمين، حمداشاكرين حمدا ناعمين حمدا يوافي نعمه ويكافي مزيده، ياربّنا لك الحمدُ ولك الشّكــرُ كما ينبغي لجلال وجهك الكريمِ وعظيمِ سلطانك، اللهم صلّ وسلّم على سيدنا محمد وعلى اله وصحبه اجمعين.

Ya Allah Tuhan yang Maha Kuasa

Puji syukur kami panjatkan ke hadirat-Mu, atas nikmat tidak terhingga yang Engkau berikan pada Bangsa kami. Atas Ridho dan Kuasa-Mu Engkau bebaskan kami dari belenggu penjajahan.

Karenanya, perkenankanlah kami pada hari ini dengan penuh rasa syukur dan suka cita, memperingati hari Proklamasi Kemerdekaan Bangsa kami yang ke-75.

Ya Allah Ya Hakim, Allah Yang Maha Bijaksana

Dengan semangat proklamasi kemerdekaan yang ke-75 ini, berikanlah inspirasi yang tak terputus pada kami, untuk menggiring langkah kami, dalam membawa bangsa ini menjadi bangsa yang maju, sejajar dan berkompetisi dengan bangsa-angsa maju lainnya di dunia.

Teguhkan persatuan dan kesatuan kami, agar kami dapat menapak dengan kokoh kuat dalam membangun bangsa tercinta ini.

Ya Allah Ya Rohman Ya Rahim, Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang

Curahkanlah Rahmat dan Kasih Sayang-Mu kepada para pahlawan kami, yang telah mengorbankan jiwa dan raganya bagi tegaknya Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Ampunilah segala kesalahan mereka, dan terimalah budi baik dan keikhlasan pengorbanan mereka, serta tinggikan derajat dan muliakan mereka, dalam golongan hamba-hamba-Mu yang syuhada.

Ya Allah Tuhan yang Maha Melindungi

Di tengah wabah Covid-19 yang masih berlangsung sampai dengan saat ini, semakin menyadarkan kami, bahwa betapa lemahnya kami tanpa pertolongan-Mu.

Karenanya ya Allah, dengan Qudrat dan Iradah-Mu mohon Engkau berkenan mengangkat wabah Covid-19 dari Negeri tercinta ini. Sehat, kuatkan, dan tabahkan kami dalam menghadapinya.

Ya Allah Ya Ghoffar, Allah Yang Maha Pengampun

Dengan sifat 'Afuwun Ghofur-Mu, ampunilah dosa dan kesalahan kami, dosa dan kesalahan para pahlawan kami, serta dosa dan kesalahan para pemimpin kami. Perkenankan doa kami.


  رَبَّنَا آَتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآَخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ،

 وصلى الله على سيدنا محمد وعلى آله وصحبه أجمعين، والحد لله رب العالمين



DOA PERPISAHAN




اَلسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَ رَحْمَةُ اللهِ وَ بَرَكَاتُهْ.
Hadirin sekalian yang kami hormati, Sebelum kita berdoa mari kita bersama-sama memperbarui keaksian kita dan bermohon ampunan akan dosa-dosa kita kepada Allah swt :
 
أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا الله. و أشهد أن محمدا رسول الله-۳x
أستغفرالله العظيم-۳x
لا حول و لا قوة إلا بالله العلي العظيم-۳x

Al-Fatihah. . . .

 بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ* وَالْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِيْن حَمْدَ الشَّاكِريْنَ حَمدَ النَّاعِميْنَ حَمدًا يُّوَافِي نِعَمَهُ وَيُكَافِي مَزِيْدَهُ يَارَبَّنَا لَكَ الْحَمْدُ كَمَا يَنْبَغِي لِجَلَالِ وَجْهِكَ الْكَرِيْمِ وَعَظِيْمِ سُلْطَانِكَ . اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى، سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ ، صَلَاةً تُنْجِيْنَا بِهَا، مِنْ جَمِيْعِ الْأَهْوَالِ وَالْأَفَاتِ، وَتَقْضِى لَنَا بِهَا ، جَمِيْعَ الْحَاجَاتِ، وَتُطَهِّرُنَا بِهَا ، مِنْ جَمِيْعِ السَّيِّئَاتِ ، وَتَرْفَعُنَا بِهَا ، عِنْدَكَ أَعْلَى الدَّرَجَاتِ ،  وَتُبَلِّغُنَا بِهَا، أَقْصَى الْغَايَاتِ ، مِنْ جَمِيْعِ الْخَيْرَاتِ ، فِى الْحَيَاةِ ، وَبَعْدَ الْمَمَاتِ، وَعَلَى اَلِهِ ، وَصَحْبِهِ وَسَلِّمْ
Kami keluarga besar SMK PANCASILA 1 KTA berkumpul bersama, menengadahkan kedua telapak tangan, menunduk serta memohon kehadirat-Mu. Perkenankanlah dan kabulkan doa-doa kami.

Ya Allah, pada hari ini kami melaksanakan kegiatan Penyerahan Siswa Siswi kelas XII SMK PANCASILA 1 KTA, Tahun Pelajaran 2015/2016. berkahilah kegiatan ini, ampunilah semua kesalahan dan kekurangan  kami, Mudahkanlah urusan kami ya Rabb, bimbinglah kami agar senantiasa berjalan di atas jalan-Mu yang lurus.

Allahumma Ya Allah, berilah manfaat dan berkah segala apa yang telah diperoleh siswa dan siswi SMK  PANCASILA 1 KTA, dari ilmu dan ketrampilan, kemampuan dalam kompetensi, sikap yang santun dan akhlaq yang mulia serta dalam ketaatan kepada-Mu agar kiranya dapat menjadi bekal untuk masa depan mereka, dalam menggapai cita-cita di atas menjalankan ibadah mencari Ridlo-Mu Ya Allah

Ya Allah, Ya Hakim, Tuhanku Yang Maha Bijaksana
Jadikanlah alumni-alumni SMK PANCASILA 1 KTA  tahun ini, menjadi manusia-manusia yang mandiri lagi bermartabat, manusia-manusia yang senantiasa berprestasi, berguna dan bermanfaat bagi masyarakat, terutama  bagi keluarga mereka, menjadi kebanggaan bagi orang tua dan guru-gurunya, menjadi dambaan bagi bangsa dan negaranya.

Untuk semua itu Ya Allah berilah jalan kemudahan dan pertolonngan-Mu, limpahan Rohmat dan buwaian kasih sayang-Mu, bimbingan dan petunjuk-Mu, keselamatan dan lindungan-Mu, serta berkah dan keridlo-an-Mu

Ya Allah Dzat yang cinta akan keindahan, hiasilah mereka dengan iman dan taqwa, akhlaq yang terpuji lagi mulia, dan senantiasa meneladani Rosul-Mu, junjungan kami Nabi Agung Nabi Muhammad saw.

Ya Allah  Ya Wahhabu Ya Rozzaq, karuniailah mereka kesempatan untuk menggapai cita-cita, kemudahan dalam memperoleh rizki yang halal dan barokah, kesehatan yang sempurna, keluarga yang bahagia, kehidupan yang damai dan sejahtera, dan berkesempatan ziarah ke Mekah dan Madinah serta selamat di dunia dan di akherat

Ya Allah Ya Hayyu ya Qoyyum, jauhkanlah mereka dari kelalaian beribadah kepada-Mu, kelalaian dalam menjalankan syariatmu dan  kelalaian dari bersyukur akan limpahan nikmat-nikmat–Mu, dan jauhkanlah mereka dari musibah dan cobaan, fitnah dan kemaksiatan, kehinaan dan kebinasaan, serta suatu hal yang dapat menyingkirkan dari memperoleh rahmat dan kasih sayang-Mu

Ya Allah Ya Nuru Ya Hadi, penuhilah hati-hati kami dengan cahaya-Mu yang tidak pernah sirna; lapangkanlah dada kami dengan limpahan iman dan taqwa kepada-Mu dan, Indahnya kepasrahan pada ketentuan-Mu; hidupkanlah  dengan bermakrifah kepada-Mu; dan matikanlah kami diatas kesyahidan di jalan-Mu. Sesungguhnya Engkau lah sebaik-baik Pelindung dan sebaik-baik penolong

Ya Dzil ‘Arsyil Majid Ya Fa’alul Lima Yurid Jadikanlah ikatan di antara kami ini sebagai ikatan yang dirahmati, dan perpisahan kami ini sebagai suatu perpisahan yang Engkau berkahi. 



اَللَّهُمَّ إِنِّا، نَسْتَوْدِعُكَ، مَا عَلَّمْتَنَاهُ فَارْدُدْهُ إِلَيْنَا ، عِنْدَ حَاجَتِنَا إِلَيْهِ ، وَلَا تُنْسِنِيْهِ، يَا رَبَّ الْعَالَمِيْنَ اللهم أرنا الحق حقا وارزقنا اتبعه وأرنا الباطل باطلا وارزقنا اجتنابه, رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَامًا.  رَبَّنَا تَقَبَّلْ مِنَّا إنَّك أَنْتَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ وَتُبْ عَلَيْنَا إِنَّكَ اَنْتَ التَّوَّابُ الرَّحِيْمُ. رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ.. سُبْحَانَ رَبِّكَ رَبِّ الْعِزَّةِ عَمَّا يَصِفُوْنَ، وَسَلاَمٌ عَلَى الْمُرْسَلِيْنَ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ.        وَالسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَ رَحْمَةُ اللهِ و بركاته



Pelajaran dari Sebuah Jam

Kisah berikut hanyalah fiktif dan permisalan:


Seorang pembuat jam berkata kepada jam yang sedang dibuatnya. “Hai jam, sanggupkah kamu berdetak 31.104.000 kali selama setahun?” “Ha?! Sebanyak itukah?!” kata jam terperanjat, “Aku tidak akan sanggup!”

“Ya sudah, bagaimana kalau 86.400 kali saja dalam sehari?”

http://202.67.224.140/pdimage/07/2717507_jamkayu.jpg
“Delapan puluh ribu empat ratus kali?! Dengan jarum yang ramping seperti ini?! Tidak, sepertinya aku tidak sanggup,” jawab jam penuh keraguan.

“Baik, bagaimana jika 3.600 kali dalam satu jam?”


“Dalam satu jam berdetak 3.600 kali? Tampaknya masih terlalu banyak bagiku.” Jam bertambah ragu dengan kemampuannya.

Dengan penuh kesabaran, tukang jam itu kembali berkata, “Baiklah kalau begitu, sebagai penawaran terakhir, sanggupkah kamu berdetak satu kali setiap detik?”

“Jika berdetak satu kali setiap detik, aku pasti sanggup!” Kata jam dengan penuh antusias. Maka, setelah selesai dibuat, jam itu berdetak satu kali setiap detik.

Tanpa terasa, detik demi detik terus berlalu dan jam itu sungguh luar biasa karena ternyata selama satu tahun penuh dia telah berdetak tanpa henti. Dan itu berarti ia telah berdetak sebanyak 31.104.000 kali dalam setahun, yang juga setara dengan berdetak 86.400 kali dalam sehari, yang setara pula dengan berdetak 3.600 kali dalam satu jam.

[Sumber: Email dari kawan saya, dengan editing dan perubahan.]


Pesan dari kisah tersebut:

Kita sering meragukan dan underestimated terhadap kemampuan diri sendiri untuk mencapai goal, pekerjaan, dan cita-cita yang tampak sangat besar. Kita lantas menggangapnya sebagai hal sangat berat yang tidak mungkin dapat kita angkat. Namun sebenarnya apabila hal yang dianggap besar tersebut kita perkecil dan perkecil lagi, lantas kemudian kita realisasikan hal-hal kecil tersebut secara konsisten serta kontinu, niscaya hal besar yang semula kita anggap tidak mungkin tercapai itu akan terealisasikan.

Intinya, hal besar akan tercapai dengan konsistensi dan kontinuitas, atau dengan istilah lain yang sering digunakan masyarakat: istiqamah! Tentu melekatkan konsistensi dan kontinuitas kepada diri sendiri itu bukan hal yang mudah, karena akan menimbulkan kelelahan yang sangat.

Al-Mutanabbi berkata dalam syairnya yang masyhur,


وَإِذَا كَانَت النُّفُوْسُ كِبَارًا
        تَعِبَتْ فِي مُرَادِهَا الْأَجْسَامُ

Dan sekiranya jiwa itu besar,
        tentulah jasad itu akan letih dalam menggapai maksudnya. [Khizānah al-Adab I/251.]

Ingat, seribu langkah tidak akan ada tanpa adanya satu langkah pertama. Garis panjang hanyalah merupakan kumpulan dari titik-titik.

*Sumber gambar dari hasil pencarian Google di sini
*Sumber materi Pelajaran dari sebuah jam

Penerimaan Wahyu Nabi Muhammad



1. Malaikat Jiblril datang kepada Nabi Muhammad seperti bunyi lonceng. Inilah kondisi paling berat yang dialami Nabi saat menerima wahyu Allah melalui Malaikat Jibril. Tubuh beliau menggigil dan keringat bercucurang dari tubuh beliau karena mendengar suara lonceng yang begitu menggetarkan.
2. Malaikat Jibril datang kepada Nabi Muhammad SAW dengan wujud seorang laki-laki yang sangat tampan. Dengan wujud seperti itu Malaikat JIbril mengajarkan wahyu kepada Nabi Muhammad, sehingga Nabi mengetahui dan hafal benar wahyu tersebut.
3. Malaikat Jibril datang dengan wujud aslinya yang memiliki sayap membentang memenuhi langit. Malaikat Jibril datang ini ketika Nabi Muhammad berada di Gua Hira dan menerima wahyu untuk pertama kalinya. Diceritakan bahwa Nabi Muhammad sangat ketakutan. Sebab, Jibril dalam wujud aslinya mendekap Nabi Muhammad, sehingga beliau menggigit.
4. Malaikat JIbril datang menyampaikan wahyu langsung ke dalam hati Nabi Muhammad. Pada kondisi ini Nabi tidak meliha Malaikat Jibril dalam wujud apapun. Namun, beliau merasa wahyu tersebut telah tersimpan dalam kalbunya.

Demikian kondisi dimana proses penerimaan wahyu kepada Nabi Muhammad SAW, kondisi ini berlangsung selama 23 tahun. Karena Al Qur’an diturunkan dalam rentang waktu yang demikian, inilah yang membedakan Al Qur’an dengan kitab-kitab samawi lainnya yaitu, Taurat, Zabur dan Injil yang diturunkan sekaligus tanpa rentang waktu. Dibawah firman Allah SWT mengenai rentang waktu penurunan wahyu Al Qur’an;

وَقُرْءَانًا فَرَقْنهُ لِتَقْرَأَهُو عَلَى النَّاسِ عَلَى مُكْثٍ وَنَزَّلْنَهُ تَنْزِيْلاً

Artinya: “Dan Al Qur’an (Kami turunkan) berangsur-angsur agar engkau (Muhammad) membacakannya kepada manusia perlahan-lahan dan Kami menurunkannya secara bertahap.” (QS Al Israa’ (17) : 106)

Al Qur’an ini diturunkan pertama kali pada malam lailatul qadar di bulan Ramadhan. Menurut sebagian besar ulama, penurunan Al Qur’an yang dimaksud bukan penurunan kepada Nabi Muhammad SAW, melainkan penurunan Al Qur’an secara keseluruhan dari ‘Arsy ke langit dunia di Bait al ‘Izzah. Dari Bait al ‘Izzah inilah Al Qur’an kemudian diturunkan secara berangsur-angsur kepada Nabi Muhammad SAW selama kurang lebih 23 tahun lamanya. Rentang itu adalah semenjak beliau diutus menjadi Rasul pada usia 40 tahun, hingga beliau wafat pada usia 63 tahun. Dan selama 13 tahun kerasulan, Nabi Muhammad tinggal di Mekah dan 10 tahun sisanya beliau tinggal di Madinah.

sumber: Mukjizat Para Nabi

ad2

Chord dan Lirik

Explore Indonesia

Broker Kripto

Tempo Doeloe

Olahan Makanan

Ulasan Film

Keimanan dan Keyakinan

Top Bisnis Online

Tips dan Trik